Harum Namanya Harum Sikapnya

Saiful Bahri
8 Min Read

Anak solehah nan cantik ini berasal dari Jakarta Timur tepatnya daerah Jalan Prumpung Tengah. Memilih untuk menjadi santri baru di Jagat ‘Arsy, semoga bisa menjadi wasilah tercapai satu dari beberapa cita-citanya yaitu Hafidzoh Al-Qur’an. Ammiin… walaupun katanya terkadang cita-citaku suka berubah. Tahun  ajaran baru, pasti banyak wajah baru, dan setiap balai Pendidikan pasti menyelenggarakan kegiatan masa perkenalan lingkungan sekolah, untuk murid baru. Berbeda di Jagat ‘Arsy, masa perkenalan lingkungan sekolah diikuti oleh seluruh santri, baru maupun lama. Masa perkenalan di Jagat ‘Arsy dikenal dengan istilah  “Jagat ‘Arsy 40 days Ta’aruf Weeks”. Kenapa sih diwajibkan seluruh santri? Ya pastinya kegiatan Ta’aruf Weeks ini hal baru bagi santri baru, dan hal yang lama bagi santri lama. Tujuannya ialah untuk saling bonding satu sama lain, agar seluruh santri bersama mengenal Jagat ‘Arsy lebih dekat sehingga melekat. 

 

Upacara pembukaan Jagat ‘Arsy 40 days Ta’aruf Weeks, yang simple namun meriah, merupakan symbol dibukanya kegiatan ini dan symbol sambutan untuk santri baru yang menjadi bagian keluarga Jagat ‘Arsy. Moment perkenalan guru, santri lama dan baru dibuat seperti permainan agar tak kaku ataupun jenuh. Semua membuat lingkaran besar, terpisah antara santri putra dan putri. Berputar di lingkaran masing-masing sambil bernyanyi bersama bertepuk tangan gembira, diiringi musik lagu yang membuat hati bahagia. Di tengah lagu, jika sang pembawa acara berseru “berkumpul seperti bunga MAWAR” maka kami harus berbegegas berkumpul sejumlah huruf yang terdapat di kata mawar, yaitu 5 huruf. Semua santri berlarian, bergabung antara baru dan lama, sedikit merasa canggung dan ada pula yang bergegas mencari teman agar berkumpul sejumlah 5. Setelah masing-masing berkumpul lingkaran kecil dengan jumlah yang ditentukan. Tantangan yang diberikan ialah berkenalan pada setiap anggota lingkaran kecil itu, dengan syarat harus mengetahui nama lengkap, tempat dan  tanggal dilahirkan, berasal dari mana, hobinya apa, dan mengapa memilih Jagat ‘Arsy. Dan waktu yang diberikan hanya 5 menit saja. Setelah waktu habis, pembawa acara berkeliling, menunjuk secara acak untuk menguji lingkaran mana yang harus presentasi di tengah-tengah lingkaran kecil itu dengan menggunakan pengeras suara. Terbayang dong bagaimana dag-dig-dugnya hati setiap santri saat pembawa acara akan menunjuk kelompok yang mana. Tibalah pembawa acara menunjuk sekelompok yang terdiri dari adik-adik cantik kelas 7. Pembawa acara memberikan pengeras suara kepada Ananda A, tapi masih malu, menunjuk Ananda B juga malu, akhirnya pembawa acara melempar kepada siapa saja yang berani di group itu. Akhirnya satu gadis cantik ini memberanikan diri untuk mengawali berbicara dengan pengeras suara. Dan memperkenalkan diri secara lengkap juga memperkenalkan teman-teman satu kelompoknya. Lebih kerennya saat memperkenalkan teman sekelompoknya Ananda ini menunjuk temannya memakai jari jempol sambil sedikit menunduk. Subhanallah… 

Di minggu awal kegiatan 40 days Ta’aruf Weeks, ialah hari-hari dimana santri bersosialisasi dengan Jagat ‘Arsy, mulai dari pengetahuan sejarah berdirinya Jagat ‘Arsy, Kurikulum Sekolah, Adab dan Kedisiplinan, GPS, dan banyak hal lain yang dikenalkan tentang Jagat ‘Arsy. Nah, mulai dari kegiatan sosialisasi ini lah para guru memperhatikan semua santri, dari segi kedisiplinan waktu, kerapihan seragam, keaktifan dalam keikutsertaan pada setiap kegiatan dan hal lain yang berkaitan dengan kegiatan santri. Ananda yang satu ini, beberapa kali terlihat saat kegiatan sosialisasi tentang Jagat ‘Arsy, selain mendengarkan apa yang disampaikan pemateri, ia terkadang menggoreskan alat tulisnya diatas bukunya seperti sedang membentuk sebuah imaji atau gambar, entah apa yang digambar. Mungkin menurut sudut pandang penilaian orang awam, gambar tersebut terlihat bagus dan jelas bentuknya. Dan setelah diajak bicara ternyata memang Ananda ini suka melakukan kesenangan istimewa pada waktu senggang yaitu menggambar. Mungkin kegiatan menggambar bisa menjadi hal yang ia senangi, karena dibarengi dengan hobi Ananda yang lain yaitu suka membaca komik. Jadi, siapa sih Ananda ini? Siapa ayo, tebak. Ia Bernama Yola Yunita. Nama yang sungguh indah bukan? Menurut ruangbunda.com arti nama Yola dalam Bahasa Yunani yaitu bunga violet, bunga yang harum, warnanya indah, dan memiliki makna sebuah cinta, kasih sayang, rendah hati dan kesetiaan. Apapun makna nama Yola Yunita, pastinya itu merupakan nama terbaik yang terdapat do’a terindah yang diberikan Ayah Ibu. Dan sudah terbukti sekarang, saat perkenalan Yola menunjukkan sikap santun, senyumnya yang indah saat menyapa dan berfoto bersama. MasyaaAllah?  

Banyak program istimewa yang diselenggarakan di Jagat ‘Arsy. Satu dari beberapa program tersebut ialah GPS (Guru Pendamping Santri). Koordinator GPS telah bersosialisasi kepada santri tentang GPS. Setiap tahun ajaran baru tentunya ada anggota baru yang akan dibagikan pada setiap silsilahnya. Dan Yola termasuk anggota silsilah 33 Syekh Syamsuddin. Santri baru, sangat diwajarkan jika masih malu untuk bertemu apalagi menyapa terlebih dulu. Tapi dirasa tidak semua santri baru seperti itu. Saat ba’da dzuhur Yola menghampiri dan berkata “Miss Bebi, Miss GPS nya Yola kan?” saya sontak sedikit kaget sambil menjawab “Iya nak”. “Yola minta tolong sampaikan ke Mama ya Ms, ini pesanan Yola” Yola melanjuti pembicaraannya sambil menyodorkan kertas yang terdapat tulisannya berisi list kebutuhan Yola dipesantren. Walaupun bukan percakapan pertama kali, menurut saya ini percakapan yang cukup berkesan karena Yola berani menyapa terlebih dulu dengan memastikan saya sebagai GPSnya atau bukan. Semoga bisa saling terus seperti ini ya nak menghampiri dan menyapa dengan santun  kepada siapapun. 

GPS Time and GPS Talk”, sesi yang sangat membantu untuk mengenal lebih dekat dengan anggota silsilah. Saya memulai dengan memperkenalkan diri, menceritakan sedikit kisah permulaan bergabung di Jagat ‘Arsy dan meminta izin menjadi pendamping santri kepada anggota Silsilah 33 Syekh Syamsuddin. Dilanjutkan dengan santri anggota silsilah ke 33  menuliskan biodata masing-masing. Pada silsilah ini beranggotakan 4 santriwati sholehah nan cantik yaitu Ukhti Kinanti kelas 12, Ukhti Najla kelas 9, Ukhti Farras kelas 8, dan Yola kelas 7. Saat menuliskan biodata pribadi masing-masing, satu kaka silsilah Yola ada yang lupa membawa kertas untuk menuliskan biodata pribadi, kaka silsilah itu pun bingung. Sontak Yola langsung merobek kertas dari bukunya dan menyodorkan ke kaka silsilahnya sambil berkata “Kak, mau pakai kertas aku? Nih kak”. Kaka silsilah mengambil kertas tersebut sambil tersenyum dan menjawab “Iya, boleh terima kasih ya”. Momentnya simple tapi special. Menunjukkan pribadi Yola memiliki kesadaran berbagi kepada orang lain dan bersedia tanpa rasa ragu untuk berbagi walaupun hanya secarik kertas. Semoga istiqomah yah nak. 

Semua santri punya special moment tersendiri, yang tersaksikan maupun tidak, yang disadari atau tidak. Semoga selalu diberikan perlindungan, dan kemauan untuk belajar menjadi insan yang ihsan tentunya dengan selalu berusaha dan mengharap ridho dari Ilahi. Terima Kasih.       

 

Follow:
Teacher
Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content